Langsung ke konten utama

Destinasi Wisata Off-road Yang Menantang

4 Destinasi Wisata Off-road Yang Menantang

Oleh: Muhammad Hilman Haeikal

Liburan akhir tahun semakin dekat, bingung mau melepas jenuh ke wisata mana? Tentunya untuk edisi kali ini Blutein Nasyith menyajikan wisata yang tidak kalah menarik. Rekreasi sembari memacu adrenalin dengan berwisata off-road bisa jadi pilihan yang tepat, dijamin bisa merasakan pemandangan indah yang tidak bisa dinikmati di hiruk pikuk kota.

Pemandangan pegunungan yang indah dibarengi dengan kicauan burung menambah suasana apik ketika wisatawan berekreasi. Seperti jalur sempit, batu yang curam dan jalan yang berlumpur serta pemandangan hutan yang indah dan memesona.

1.       Wisata Off-road Taman Nasional Gunung Merapi


        Terkenal dengan trek yang menantang, lokasi ini berada di Taman Nasional Gunung Merapi, kawasan Srumbung, Magelang, Jawa Tengah. Untuk rutenya dimulai dari Muntilan menuju area Taman Nasional Gunung Merapi dengan rute yang harus dilalui sekitar 15 km dengan waktu tempuh kurang lebih 3 sampai 4 jam.

        Wisatawan akan disuguhi pohon-pohon pinus khas Gunung Merapi yang sudah siap menyambut kedatangan wisatawan yang sudah rindu akan keteduhan. Wisatawan bakal diajak melewati sungai-sungai yang berhulu di Gunung Merapi, antara lain Sungai Batang, Lamat, Blongkeng.

        Nantinya wisatawan akan diajak beristirahat di bantaran Sungai Blongkeng yang terletak di kawasan Jurang Jero, Srumbung. Ets, tunggu dulu. Sebelum petualangan berakhir wisatawan akan diajak panen salak serta menikmati makan siang dengan menu tradisional.

                2.       Wisata Off-road Gunung Bromo



Gunung Bromo teletak di dalam kawasan Karst Tengger, Taman Nasional Bromo Tengger Semeru, Jawa Timur. Wisatawan bisa mengunjungi Bromo dari empat kabupaten yang melingkarinya, mulai Pasuruan, Lumajang, Malang dan Probolinggo.

Salah satu spot yang menarik dari Gunung Bromo ini adalah Hutan Gunung Bromo. Bebatuan yang berlumut dan curam menandakan bahwa umurnya tak lagi muda. Ditambah lagi dengan Laut Pasir yang juga menjadi daya tarik tersendiri yang tidak bisa wisatawan temukan diselain Gunung Bromo. Meski begitu, wisatawan yang datang ke sini diharapkan membawa kacamata atau syal yang melindungi dari angin kencang yang meniup pasir.

3.       Wisata Off-road Gunung Kelud


Bergeser sedikit dari Gunung Bromo, destinasi wisata off-road menarik selanjutnya ada di Gunung Kelud, Kediri, Jawa Timur. Jalan perkebunan berupa tanjakan terjal berpasir bercampur batu itu menjadi rute off-road menuju ke objek wisata Gunung Kelud. Trek yang akan dilalui kurang lebih sejauh 8 km dengan jarak tempuh kurang lebih 2 jam. Ada tiga tempat yang bisa digunakan oleh wisatawan untuk beristirahat menghilangkan penat sejenak.

Tidak hanya itu, wisatawan yang ingin menikmati wisata off-road akan disuguhkan dengan jalan misteri. Andrenalin wisatawan bakal semakin terpacu ketika mulai melewati sebuah jalan dalam kondisi ambles, apalagi saat menlintas di area tanjakan curam. Adrenalin ini yang menjadi ciri khas wisata off-road Gunung Kelud.

4.       Wisata Off-road Cikole, Bandung.



Cikole bisa jadi pilihan terdekat bagi wisatawan yang berasal dari Ibu Kota Jakarta dan sekitarnya. Dari Jakarta, wisatawan bisa ambil arah ke Subang dengan lebih dulu melalui Tol Cikampek dan Tol Purbaleunyi. Kalau dari Kota Bandung, aksesnya bisa lewat daerah Pasteur ataupun Lembang.

Wisata ini terletak di sebelah utara Kawasan Bandung, Jawa Barat. Tidak hanya itu, wisatawan juga bisa main lumpur dengan menaiki Land Rover atau mobil off-road di sana. Bagi wisatawan yang tidak memiliki mobil off-road tapi ingin merasakan serunya menaiki mobil off-road tenang saja, di Cikole ini memiliki banyak penyedia jasa yang melayani tentang hal ini dengan paket dan tarif yang beragam. Tergantung dengan fasilitas dan paket yang mereka sediakan.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Amira

  Oleh: Muhammad Hilman Haeikal*   Namaku Hifni, Sulton Hifni Ramadhan. Sesuai dengan namaku. Aku lahir di bulan R amadhan . Namun, aku bingung sedari kecil aku tidak pernah dipanggil dengan nama asliku. Aku biasa dipanggil dengan sebutan L ora . sapaan anak kiai oleh orang M adura. Sejak kecil aku sudah diistimewakan oleh orang-orang di sekitarku, mulai dari makan ada yang menyiapkan, jika aku lewat di kerumunan santri mereka semua pada minggir memberikan jalan kepadaku dengan tangan menyilang membentuk huruf x disertai dengan kepala tertunduk takzim. A ku hanya tersenyum melihat tingkah mereka. Penghormatan yang terlalu berlebihan menurutku. Kadangkala ada yang mencium tanganku. Awal mulanya perlakuan seperti ini tidak masalah bagiku. Akan tetapi , ketika umurku sudah mulai beranjak dewasa, perlakuan seperti ini justru membuatku risih. Aku ingin menjadi seperti anak pada umumnya, bebas pergi ke mana saja seorang diri tanpa ditemani oleh khaddam , atau bermain selayaknya a...

Restu Rida Orang Tua Ibu Bapak Segalanya

Dia Adalah Menantu Orang Tua Kita Oleh: M Hilman Haeikal “Barang siapa yang menikah, maka dia telah menyempurnakan separuh agamanya. Tinggal bertawakallah kepada Allah untuk menyempurnakan separuh yang lainnya.” (HR. At-Thabrani) Menikah adalah sebuah proses yang sakral. Tatkala undangan sudah tersebar. Tatkala tetamu berdatangan sambil melontarkan senyuman bahagia kepada sang mempelai. Makanan dan minuman tertata rapi di meja berhiaskan bermacam bunga menambah keindahan pemandangan. Lampu warna-warni dihias sedemikian rupa agar terlihat anggun. Pada saat itu pula ada sepasang muslim dan muslimah yang mulai gugup. Hatinya berdebar bukan main. Keringat dingin bercucuran disertai linangan air mata sebagai tanda kebahagiaan yang membuncah tak tertahankan. Hati mereka bergemuruh: bahagia, suka, senang, rindu, semua bercampur aduk menjadi satu. Sejurus kemudian, kata qabiltu nikahaha diucapkan oleh mempelai pria. Sejak saat itu status mereka berubah menjadi pasangan suami-istri, para bidad...

Santri Seleb, Pantaskah?

  Oleh: Muhammad Hilman Haeikal Siapa sih yang tidak mau terkenal? Semua orang pasti mendambakan hal itu. Banyak dari mereka sampai mengaploud sesuatu yang tidak senonoh karena ingin menjadi viral. Orang yang menjadi sorotan publik ini dikenal dengan nama selebritis. Selebritis diadaptasi dari bahasa latin “celebritas”. Di bahasa inggris lebih dikenal dengan istilah “celebrated” atau “celebration”. Selebritis ini bisa juga dimaknai dengan seseorang yang sangat terkenal di masyarakat serta menjadi perhatian publik. Menjadi selebritas tidak semuanya dari kalangan artis yang sering nongol di tv. Selebritis bisa juga dari kalangan santri yang kesehariannya mengaji. Lah, di zaman sekarang ini menjadi selebritas sangatlah mudah, dengan banyaknya media sosial, kita bisa menarik perhatian publik dengan postingan di akun media sosial kita. Melewati facebook, instagram, twitter dan masih banyak lagi. Lantas bagaimana jika kata selebritas ini kita gandeng dengan kata santri? Pantaskah jik...