Langsung ke konten utama

Dengan Apa



Entahlah Muhammad
Entah dengan apa lagi aku mampu menguraikan rindu terhadapmu
Siapa sebenarnya Engkau wahai Muhammad.

Dari surau-surau desa
Yang kudengar hanyalah syair-syair cinta untukmu
Tuhan serta Malaikat-Nyapun bersholawat atasmu.

Wahai yang orang-orang sebut Baginda
Entah dengan apa lagi aku mampu menguraikan rindu terhadapmu
Bila seluruh urat syarafku telah penuh oleh cinta
Dan nadiku mendenyutkan namamu.

Entah dengan apa lagi aku mampu menguraikan rindu terhadapmu
Wahai kekasih yang bunga-bunga bermekaran menyambut kelahiranmu
Bila esok air mataku kering dan jasadku sirna
Dengan Apa lagi aku mampu menyampaikan mahabbah serta kerinduan ini kepadamu


Komentar

Postingan populer dari blog ini

Amira

  Oleh: Muhammad Hilman Haeikal*   Namaku Hifni, Sulton Hifni Ramadhan. Sesuai dengan namaku. Aku lahir di bulan R amadhan . Namun, aku bingung sedari kecil aku tidak pernah dipanggil dengan nama asliku. Aku biasa dipanggil dengan sebutan L ora . sapaan anak kiai oleh orang M adura. Sejak kecil aku sudah diistimewakan oleh orang-orang di sekitarku, mulai dari makan ada yang menyiapkan, jika aku lewat di kerumunan santri mereka semua pada minggir memberikan jalan kepadaku dengan tangan menyilang membentuk huruf x disertai dengan kepala tertunduk takzim. A ku hanya tersenyum melihat tingkah mereka. Penghormatan yang terlalu berlebihan menurutku. Kadangkala ada yang mencium tanganku. Awal mulanya perlakuan seperti ini tidak masalah bagiku. Akan tetapi , ketika umurku sudah mulai beranjak dewasa, perlakuan seperti ini justru membuatku risih. Aku ingin menjadi seperti anak pada umumnya, bebas pergi ke mana saja seorang diri tanpa ditemani oleh khaddam , atau bermain selayaknya a...

Restu Rida Orang Tua Ibu Bapak Segalanya

Dia Adalah Menantu Orang Tua Kita Oleh: M Hilman Haeikal “Barang siapa yang menikah, maka dia telah menyempurnakan separuh agamanya. Tinggal bertawakallah kepada Allah untuk menyempurnakan separuh yang lainnya.” (HR. At-Thabrani) Menikah adalah sebuah proses yang sakral. Tatkala undangan sudah tersebar. Tatkala tetamu berdatangan sambil melontarkan senyuman bahagia kepada sang mempelai. Makanan dan minuman tertata rapi di meja berhiaskan bermacam bunga menambah keindahan pemandangan. Lampu warna-warni dihias sedemikian rupa agar terlihat anggun. Pada saat itu pula ada sepasang muslim dan muslimah yang mulai gugup. Hatinya berdebar bukan main. Keringat dingin bercucuran disertai linangan air mata sebagai tanda kebahagiaan yang membuncah tak tertahankan. Hati mereka bergemuruh: bahagia, suka, senang, rindu, semua bercampur aduk menjadi satu. Sejurus kemudian, kata qabiltu nikahaha diucapkan oleh mempelai pria. Sejak saat itu status mereka berubah menjadi pasangan suami-istri, para bidad...

Santri Seleb, Pantaskah?

  Oleh: Muhammad Hilman Haeikal Siapa sih yang tidak mau terkenal? Semua orang pasti mendambakan hal itu. Banyak dari mereka sampai mengaploud sesuatu yang tidak senonoh karena ingin menjadi viral. Orang yang menjadi sorotan publik ini dikenal dengan nama selebritis. Selebritis diadaptasi dari bahasa latin “celebritas”. Di bahasa inggris lebih dikenal dengan istilah “celebrated” atau “celebration”. Selebritis ini bisa juga dimaknai dengan seseorang yang sangat terkenal di masyarakat serta menjadi perhatian publik. Menjadi selebritas tidak semuanya dari kalangan artis yang sering nongol di tv. Selebritis bisa juga dari kalangan santri yang kesehariannya mengaji. Lah, di zaman sekarang ini menjadi selebritas sangatlah mudah, dengan banyaknya media sosial, kita bisa menarik perhatian publik dengan postingan di akun media sosial kita. Melewati facebook, instagram, twitter dan masih banyak lagi. Lantas bagaimana jika kata selebritas ini kita gandeng dengan kata santri? Pantaskah jik...